Phil (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms), Alan (Zach Galifianakis), dan Doug (Justin Bartha) pergi ke Thailand untuk menghadiri pernikahan Stu. Setelah 'bachelor party' yang lumayan gila di Las Vegas, kali ini Stu sudah memutuskan untuk menikah dan mengatur acara selamatan dengan teman-teman baiknya di Thailand. Namun semua tidak sesuai dengan rencana. Apa yang sudah terjadi di Vegas biarlah tetap di Vegas, tetapi yang akan terjadi di Thailand bahkan mungkin akan lebih gila lagi!
Beberapa pemain akan ditambah seperti Paul Giamatti dan Jamie Chung akan mengisi jajaran pemain pada sekuel kali ini. Kabarnya, Liam Neeson akan menjadi figuran sebagai tukang tattoo gila dan Bill Clinton juga disebut-sebut akan menjadi figuran.
Death Race 2 berlangsung dalam waktu sangat dekat, karena ekonomi Amerika Serikat mulai menurun dan kejahatan kekerasan mulai lepas kendali. Untuk berisi populasi kriminal tumbuh, jaringan luas untuk-keuntungan, penjara swasta terlepas, menciptakan subkultur tanpa hukum dikuasai oleh geng, pembunuh berdarah dingin dan sosiopat. Yang terburuk dari penjara adalah Terminal Island. Polisi pembunuh-Dihukum Carl Lucas tiba di Pulau untuk melayani hukuman seumur hidup, sebagaimana televisi kepribadian kejam ambisius September Jones meluncurkan reality show terakhir, Death Race. Sebuah halaman penjara brutal pembongkaran derby bahwa lubang tahanan terhadap satu sama lain dalam baja yang diperkuat, berat kendaraan bersenjata, Death Race menawarkan pemenang hadiah utama: kebebasan - jika dia bisa bertahan untuk menikmatinya. Ketika Lucas mendaftar menjadi sopir, panggung diatur untuk kelahiran seorang pembalap legendaris.
SILENT HILL, saat kita membaca judul ini pasti yang terbersit di benak kita adalah sebuah game produksi Konami, Jepang.
Game yang lumayan laris meskipun menuai banyak kritik ini menyuguhkan intrik survival (pertahanan diri), teka-teki, garis cerita yang memukau, penggambaran situasi yang mencekam dan sulit diprediksi, serta ending yang bisa ditentukan para pemainnya sendiri, membuat Silent Hill menjadi game yang paling banyak diminati bahkan diproduksi sampai lima seri.
Nah, sedikit banyak mengadopsi alur cerita, musik dan setting dari game Silent Hill (terutama Silent Hill Seri I), film besutan Christophe Gans (sutradara BROTHERHOOD OF THE WOLF) ini mencoba menyuguhkan cerita yang benar-benar gelap, yang memaksa penonton dibuat terhanyut dalam ketakutan dan rasa depresi karakter di dalamnya.
Film ini diawali rasa putus asa dan kecemasan seorang ibu bernama Rose Da Silva (Radha Mitchell) yang mencari anak perempuannya Sharon (Jodelle Ferland) yang hilang saat tersesat di sebuah kota mati (Silent Hill).
Sebenarnya bukan sebuah ketidaksengajaan Rose menuju kota tanpa penghuni ini, namun Rose memang berniat mengikuti mimpi-mimpi yang sering menghantui Sharon dan digambarkannya dalam sebuah lukisan.
Tak peduli dengan protes suaminya, Christopher (Sean Bean), Rose mengajak Sharon menjemput takdir yang membawa mereka ke sebuah tempat yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Dalam kekalutannya, Rose mengikuti sebuah siluet yang mirip dengan sosok Sharon. Tanpa sadar Rose berjalan terus mengikuti sosok 'Sharon' (belakangan diketahui sebagai Alessa -- juga diperankan Jodelle Ferland), yang membawanya ke sebuah gerbang batas yang berlawanan dengan kenyataan.
Rose terbawa masuk ke sebuah kota asing, berkabut, dan dihuni berbagai makhluk berwujud aneh yang tunduk pada kegelapan dengan sebuah kekuatan yang sanggup merubah apapun yang mereka sentuh (salah satunya menampilkan karakter monster 'Patients' dan 'Lying Figures' dari game Silent Hill 2).
Dalam usahanya mencari Sharon, Rose dibantu Cybil (Laurie Holden), polisi lokal yang secara tak sengaja ikut terjebak di Silent Hill. Saat menyusuri kegelapan kota dan mulai mengenali apapun yang dijumpainya, Rose penasaran dan tergerak menyelidiki latar belakang Silent Hill.
Dia mulai menyadari bahwa dirinya dan Sharon hanya sebuah bagian dari permainan misteri yang memaksanya mempertaruhkan nyawa dan membuat perjanjian dengan iblis berwujud gadis kecil (Alessa). Demi menyelamatkan Sharon, Rose harus terus berjuang atau berakhir bersama kegelapan.
Hari-hari Joo Yoo-rin yang bekerja sebagai pemandu wisata dipenuhi hal-hal tidak terduga, salah satunya terjadi ketika ia harus menahan sebuah pesawat yang hendak ditumpangi para kliennya berangkat karena bis mereka belum tiba.
Untuk mengakalinya, gadis itu berpura-pura histeris dan membuat iba pihak keamanan bandara sehingga diperbolehkan masuk ke pesawat demi melihat 'kekasih'nya untuk terakhir kali. Aktingnya cukup meyakinkan, namun ada satu pria di dalam kabin yang tidak bisa dibohongi : Seol Gong-chan. Untungnya sebelum semua terbongkar, para kliennya berhasil naik ke pesawat.Meski punya banyak talenta selain akting didepan orang, salah satunya kemampuan berbahasa asing, Yoo-rin dipusingkan oleh ulah ayahnya yang kerap menghabiskan uang yang didapat dengan berjudi. Bahkan, tidak jarang mereka harus bermain petak-umpet dengan para penagih utang.Puncaknya adalah ketika pria setengah baya itu mengambil uang yang seharusnya diperuntukkan untuk membayar sewa rumah, dan para penagih utang mencari Yoo-rin. Lagi-lagi, kecerdikan gadis itu mampu memperdayai orang-orang tersebut sehingga terjadi kejar-kejaran seru.Kejadian tersebut kembali mempertemukannya dengan Gong-chan yang pernah di'kenal'nya di pesawat, ia nyaris saja ditabrak mobil pemuda itu yang kebetulan melintas. Langsung dibawa ke rumah sakit, gadis itu langsung sumrigah saat tahu Gong-chan adalah eksekutif sebuah hotel ternama, namun semua itu tidak berlangsung lama karena lagi-lagi para penagih utang itu mengejarnya.
Go Eun Chan (Yoon Eun Hye) harus menghidupi keluarganya dengan bekerja pada berbagai tempat. Karena tanggung jawabnya dalam melindungi keluarga sedemikian besar Eun Chan tumbuh menjadi seorang gadis tomboi. Suatu hari Eun Chan diterima bekerja di sebuah kafe yang bernama “Coffee Prince” karena salah paham Choi Han Seong (abang si empunya kafe, diperankan oleh Lee Seon Gyeon) yang menyangka Eun Chan adalah laki-laki.
Lee Young-jae adalah aktor muda terkenal yang nyaris setiap langkahnya selalu dibayangi oleh kilatan lampu blitz wartawan. Sementara itu, Han Ji-eun adalah gadis yatim-piatu, bekerja sebagai penulis novel internet, dan tinggal di rumah bernama Full House yang selalu berantakan.Pertemuan keduanya dimulai ketika Ji-eun mendapat ‘dorongan’ dari dua sahabat dekatnya Dong-wook dan Hee-jin (yang memerlukan uang dalam jumlah banyak karena si pihak wanita hamil) untuk pergi berlibur ke RRC dengan tiket gratis. Sempat curiga, gadis itu akhirnya menyerah dan berangkat.Di pesawat, ia duduk bersebelahan dengan Young-jae. Sempat kaget melihat aktor tersebut, kesan pertama Ji-eun langsung berubah saat melihat kesombongan Young-jae. Belakangan, hubungan mereka langsung memburuk setelah Ji-eun muntah tepat mengenai baju Young-jae.
Bisa dibayangkan betapa sebalnya Young-jae yang terpaksa harus menunggui Ji-eun yang sakit sepanjang penerbangan. Saat sadar dan tiba di RRC, Ji-eun berusaha mengembalikan baju tersebut ke Young-jae, namun ia tidak dapat mendekati pria itu yang mendapat kawalan ketat.
Gelagat buruk mulai terlihat ketika hotel tempatnya menginap ternyata tidak ada kamar dengan namanya, beruntung Ji-eun ‘diselamatkan’ pria parlente bernama Yoo Min-hyuk, yang ironisnya sempat digodai gadis itu (yang mengira Min-hyuk adalah turis yang tidak bisa berbahasa Korea).